Rekomendasi Buku Self Improvement, Pas Menemani Puasa Kali ini

Self Improvement dapat dikatakan merupakan genre buku yang menjadi primadona bagi siapa saja. Saya pribadi mengakui bahwa dengan membaca buku Self Improvement cukup efektif untuk membantu meningkatkan kualitas diri. Bagaimana dengan kamu ?

Nah, berikut tiga rekomendasi buku self improvement untuk menjadi teman selama bulan Ramadhan kali ini. Check these out...

Pertama, Keep Going Karya Austin Kleon
‘Keep Working. Keep Playing. Keep Creating’ Austin Kleon Sebelum membaca buku ini, Saya sudah memiliki ekspektasi luar biasa karena sosok sang penulis Austin Kleon yang telah melahirkan karya best seller sebelumnya yaitu ‘Steal Like an Artist dan Show Your Work!’ 
Boom ! ternyata benar, karya ini merupakan salah satu Buku Self Improvement terbaik yang wajib Saya rekomendasikan. Hal menyedihkan yang disadari ketika dewasa yaitu Kita kehilangan kreativitas akibat sederet rutinitas dari a sampai z. Padahal apapun bentuk 'meja kerjanya', menjadi pribadi kreatif akan terus dibutuhkan. 

Buku ini berisi 10 aturan yang dapat membantu Kita, terutama seniman dan penulis, untuk dapat meraih dan mempertahankan kehidupan yang bermakna, produktif, dan kreatif. Salah satu yang mencuri perhatian Saya yaitu bagaimana Kita harus punya kemampuan 'unconnected' dengan dunia Maya untuk terhubung dengan diri sendiri. Jika masalah generasi baby boomers cenderung tidak ramah dengan teknologi digital. Tantangan yang Kita hadapi justru sebaliknya, Kita terlalu melebur dengan apa yang ada di layar, sampai lupa caranya ‘unconnected’ dengan dunia digital yang berisik sekali.  

Saya yakin pembaca tidak akan bosan menjelajahi lembar demi lembar dari Buku ini karena desainnya yang tidak biasa, disertai ilustrasi, foto yang menarik bahkan juga komik sederhana. Jika diminta mendeskripsikan Buku ini hanya dengan satu kata saja, Saya akan memilih kata ‘Orisinal’. Meskipun disertai banyak kisah inspiratif dari beberapa tokoh seniman, Buku ini merepresentasikan ciri khas ‘Austin Kleon’ sebagai penulisnya. Orisinalitasnya benar-benar terasa. 

Kedua, Ikagi Karya Hector Garcia & Francesc Miralles
Buku Ikigai, karya Hector Garcia & Francesc Miralles ini Saya beli ketika pertama kali kembali kampung halaman karena pandemi, kira-kira setahun yang lalu. Perasaan saat itu kecewa karena sederet rencana jangka panjang selama studi di Kota hujan harus gagal dieksekusi. Jujur, membaca buku ini lumayan mengobati diri. 

Ikigai versi Hector Garcia & Francesc Miralles dapat diartikan sebuah tujuan sederhana yang menjadi alasan kita bangun dari tempat tidur atau sesederhana alasan kenapa kita tidak bunuh diri. Kendati begitu, menemukan Ikigai merupakan sebuah perjalanan panjang. 

Mengacu Diagram Mark Winn, Ikigai tak hanya soal diri kita sebagai manusia tunggal. Ikigai adalah titik temu antara hal yang yang Kita cintai, keahlian kita, dengan apa yang dibutuhkan dunia, dan apakah semesta berkenan ‘membayar’ keahlian yang kita cintai tersebut. 

 In my Point of view, Buku ini sangat layak dibaca diantara kebisingan yang kita hadapi sehari-hari. Sebelumnya, saya kira jepang sebagai negara dengan angka harapan hidup yang tinggi (85 tahun untuk pria dan 87,3 tahun untuk wanita) sekaligus dengan rasio centenarian tertinggi di dunia (lebih dari 520 untuk setiap juta orang) memiliki rahasia luar biasa dibaliknya. Ternyata tidak, kunci panjang umur bermuara pada Ikigai dan bagaimana membangun ‘kebahagiaan’. 

Well, lately menjadi bahagia memang sulit sekali untuk digapai bukan ? 

Dimana kita hidup seolah berpacu dengan orang lain misalnya setidak penting ingin yang paling cepat mencoba makanan kekinian, ootd terbaru, hingga menjajaki wisata terkini. Sebenarnya hal-hal tadi justru menjadi penghalang kebahagian yang hakiki. Intinya, Buku bergenre Self Improvement ini menarik. Terutama bagi mereka yang lelah dengan hidup, dan membutuhkan kedamaian. 

Ketiga, PASSION without creation IS NOTHING Karya Rene Suhardono
"Bekerja = berdaya. Kerja tanpa passion adalah kerja tanpa karya.” – Rene Suhardono 

Kata-kata di atas merupakan kutipan dari Buku yang ditulis oleh Rene Suhardono bersama Team Impact Factory. Uniknya, buku setebal 300 halaman lebih ini memiliki cover depan bertuliskan “PASSION without creation IS NOTHING” dan cover belakang dengan judul berbeda “PERFORMANCE without passion IS MEANINGLESS”. 

Sebagai Milenial yang sering menjunjung tinggi ‘Passion’, buku ini terasa sangat relevan bagi Saya pribadi. Setelah tuntas membaca buku ini, Saya menyadari bahwa pemahaman akan passion yang selama ini Saya kenali masih sangat awam dan abstrak. Kendati dikemas dengan kata-kata yang berisi dan cukup berat, Rene Suhardono & team Impact Factory berhasil membawa saya ke tingkat pemahaman yang lebih tinggi akan passion dan dampaknya, utamanya bagi mereka yang bercita-cita men-deliver passion menjadi occupation/profesi. 

Bagi yang sedang mencari Buku Self Improvement, saya merekomendasikan buku ini dengan beberapa kelebihannya. Buku ini tak sekadar berteori, namun pembaca juga akan disajikan dengan data-data hasil survey terhadap para performers dunia kerja serta cerita-cerita inspiratif dari CEO dan tokoh sukses di tanah air. Nilai plus buku ini juga terletak bagaimana tim penulis mengulas passion dan performance, dari kaca mata individu dan perusahaan, sehingga memberikan potret yang lebih utuh dan berimbang. Meskipun bukan bacaan santai dengan bahasa casual seperti buku self improvement pada umumnya, buku ini menarik. Selamat membaca, dan bersiap jatuh cinta dengan sebuah buku.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat, dan selamat berburu buku Self Improvement dambaan kamu hihi

No comments

Post a Comment